Manga Naruto Shippuden Chapter 700 Teks Bahasa Indonesia

Konoha, akademi ninja, hari itu sekolah dipulangkan lebih cepat. Pak guru mengumumkannya pada murid-murid, "Hari ini kelas selesai lebih awal, kalian jangan nakal dan langsunglah pulang ke rumah, kalian pulang cepat karena.."

"Sampai jumpa Aburame-sensei!!" para murid tak mendengarkan dan langsung berteriak-teriak.

"Yah!! Akhirnya selesai juga!!" teriak salah seorang murid, anak lelaki berambut kuning. "Sebelah sini teman-teman!!" ucapnya lagi, "Hari ini aku akan menunjukan pada kalian aksi jahil yang luar biasa, siapa yang mau ikut bersamaku!?"

"Bolt, kau itu bodoh ya? Hari ini akan ada pertemuan lima kage, pasti akan ada banyak penjaga di mana-mana.." ucap anak lelaki dengan rambut diikat.

"Justru karena itu, shinobi yang sesungguhnya bisa berbuat jahil tanpa disadari oleh mereka!! Kau ikutlah bersamaku, Shikadai!!" ucap anak laki-laki tadi, Bolt.

"Tidak boleh, kami bertiga, Inoshikachou akan mendapat pelajaran tambahan, ibu bilang begitu.." ucap anak perempuan berkulit putih dan rambut oranye, putri Shikamaru dan Ino, Inojin.

"Ah, aku tak bisa pergi, hari ini aku akan pergi bersama Anko-sensei.." ucap anak perempuan gendut dengan kulit gelap dan rambut yang warnanya tak jauh beda dengan kulitnya.

"Chouchou!! Hari ini kita akan pergi ke toko dango dan makan Anmitsu!!" ucap bu guru Anko, dengan tubuh gendut yang tiba-tiba datang dan mengajaknya pergi.

"Ah, Anko-sensei!!"

"Hei, tunggu dulu gendut!!" cegat Inojin.
"Memangnya kenapa? sampai jumpa!!" anak perempuan gendut yang tak lain anak Chouji itu tak peduli dan langsung pergi, beda dengan ayahnya yang biasanya akan marah saat dibilang gendut.

"Berarti hari ini kalian nggak jadi latihan, kan? Ayo kau ikutlah juga, Inojin!" ucap Bolt lagi, tapi tetap saja tak ada yang mau.

"Aksi jahil.. latihan.. merepotkan sekali.." anak berambut diikat tadi lebih memilih untuk langsung pulang ke rumah saja.

Di pemakaman desa konoha, seorang anak perempuan berambut ungu sedang berziarah bersama ibunya. Ia datang sambil membawakan bunga matahari ke makam pamannya, Neji.

"Ibu, apa ibu pikir paman akan senang?" tanya anak itu ke ibunya, Hinata.
"Tentu saja, namanya mirip dengan nama bunga yang kamu berikan.."

"Hehe, lain kali aku ingin ke sini bersama kakak.."

"3405!!" Lee sedang berlatih bersama putranya, berjalan dengan tangan sementara kedua kakinya diangkat ke atas.

"Jiwa muda!!" teriaknya.
"Jiwa muda!!" teriak putranya.

Sementara di tokonya, Tenten sendirian, "Huft.. aku tak bisa menjual banyak senjata, belakangan ini dunia terlalu damai.." ucapnya.

Di toko itu, Tenten juga memajang dua senjata Rikudo yang ia dapat saat perang. Tapi tentu sanja, senjata itu bukan untuk dijual.

Di jalan, tampak Bolt yang kesal, "Huh, akhirnya tak ada yang mau ikut, dasar pengecut semuanya!!" ucapnya.

Diam-diam, gadis berkacamata yang sejak di kelas mengawasinya ternyata mengendap di belakang Bolt.

"Ibu, aku pulang.. bilang pada bibi Ino kalau perutku sudah kelaparan.." ucap anak dengan rambut diikat tadi, putra Shikamaru dan Temari. "Eh?" anak itu kaget, di ruang tamu tampak ada Gaara.

"Selamat datang.." ucap Gaara.
"Paman Gaara? Apa paman mampir?"

"Shikadai, beri salam yang sopan.." ucap Temari ke anaknya itu, Shikadai.
"Yah.. lalu, dimana paman Kankurou?"

"Gaara, kita sudah harus pergi.." ucap Kankuro yang tiba-tiba saja muncul.

Lalu di sisi Kiba, ia tampak sedang bersama dengan gadis pasangannya, gadis yang suka memelihara kucing. Rumahnya penuh dengan kucing dan anjing-anjing Kiba.

"Seperti itulah.. Hokage ketujuh berhenti.. atas keinginannya sendiri.." ucap Kiba. "Orang bilang gagak yang pintar itu menyembunyikan cakarnya, yah.. shinobi yang hebat menyembunyikan taringnya, bukan begitu, Akamaru?"

Akamaru yang sudah sangat tua hanya diam saja..

"Hee.."

Di tempat latihan, tampak Ino bersama suaminya, Sai, lalu Chouji dan istrinya, kunoichi dari Kumogakure, Karui. Ino marah-marah karena anak mereka tidak datang-datang..

"Mereka telat.." gerutunya.

"Yah, hari ini Shikamaru pergi mengawal Hokage ketujuh.." ucap Sai.
"Kenapa dia harus melakukan itu.."

"Kita tak perlu mengajari mereka teknik kombinasi, kan? Ini bukan seperti zaman dulu lagi, anak-anak kita bukan tipe yang seperti itu.. iya kan sayang?" ucap Karui.

"Hmm, tapi kau tahu kan.."

"Karui-san, boleh aku bilang sesuatu? Ini itu teknik rahasia turun temurun keluarga kami, mungkin menurutmu ini sepele, tapi ini.."

Ternyata Inojin bersembunyi tak jauh dari sana, ia takut untuk memunculkan diri, "Sudah kuduga, ibu marah-marah, aku tak bisa muncul kalau hanya seorang diri.."

Di sisi lain, seorang anak berseragam Chuunin memberi salam pada foto ayahnya yang sudah meninggal. "Ayah, aku pergi dulu.." ucapnya.

"Kau akan telat, harusnya kau ikut rombongan Hokage ketujuh kan hari ini?" tanya ibu anak iu, Kurenai.

"Tidak.. hari ini aku ingin pergi bersama pendahulunya, jadi tak perlu datang awal.." ucap anak itu, putra Asuma.

"Maksudmu Kakashi?" tanya Kurenai.
"Dan Gai-san! Aku akan pergi selama 2-3 hari.." ucap anak itu.

Di sisi Kakashi, ia sedang berkunjung ke tempat Gai, yang duduk di atas kursi roda.

"Kakashi, apa tak apa kalau kau tak bersamanya?" tanya Gai.

"Yah, dia itu penerus yang hebat, senior tak sepantasnya mengganggu.." ucap Kakashi. "Aku sudah berhenti menjadi Hokage, aku ingin pergi menempuh perjalanan untuk bernostalgia.. bagaimana denganmu?"

"Hah, apa kau ingat alasan awal kenapa kita bertarung? itu.."

Setelahnya mereka bercerita-cerita.

Lalu, jauh dari desa Konoha, di desa Iwagakure, pertemuan kage juga sedang berlangsung. Namun, itu adalah pertemuan dari para mantan kage, para kage di era Tsunade.

"Maaf, karena susah bergerak, kita jadi tak bisa melaksanakan pertemuan mantan lima kage dengan baik.." ucap Oonoki, mantan Tsuchikage yang kini terduduk lemas di tempat tidurnya.

"Kau makin lemah saja, Oonoki.." ucap mantan Raikage.

"Yah, ini cuma pertemuan sederhana untuk minum-minum dan saling mengeluh.." ucap Tsunade.

"Huff, aku akan mengeluh masalah kekurang baikan laki-laki lagi.." ucap mantan Mizukage.

"Hohoho.. apa Kirigakure masih sama seperti yang dulu?" tanya Oonoki.
"Yaah.. waktu berjalan begitu cepat.." ucap Tsunade.

Lalu, di sebuah air terjun, tampak Bee yang sedang melakukan meditasi.

"Sekali-kali aku ingin bertemu Naruto, menghabiskan semua waktuku di sini bukan gayaku sama sekali.." ucapnya ke Hachibi yang ada dalam dirinya.

"Dia itu sedang sibuk saat ini, dia tidak sedang bermain-main sepertimu.." ucap Hachibi.

Di ruangannya, tampak pria berambut kuning sedang mengutak-atik laptopnya.
"Bukankah sekarang waktunya?"

"Ayo pergi, aku menerima informasi kalau orang-orang dari desa lain sudah ada di sini.." ucap Shikamaru.

"Hmm.."

"Hokage ketujuh!!" dua orang tiba-tiba saja masuk ke ruangan itu.
"Ada masalah!!"

"Ada apa? Udon, Moegi? Kami akan segera melakukan pertemuan, kita bicara nanti saja.."

"Kita tak bisa menunjukan ini ke desa lain!!" ucap Udon.

"Huh, kurasa.." pria berambut kuning itu sudah mengiranya.
"Bolt melakukan sesuatu lagi, kan?"

Yah, ternyata aksi jahil yang Bolt maksud itu adalah mencorat-coret patung Hokage. Patung para Hokage kini sudah penuh dengan goresan catnya.

"Nenek tua bodoh sialan, aku benci Hokage!!" teriak Bolt. Dalam hati, ia yakin kalau ayahnya pasti akan segera datang. "Hehe, ayah akan segera datang.."

Dan benar saja, ketika Bolt hendak melemparkan shuriken, ayahnya muncul di hadapannya secepat kilat. "Sudah cukup, Bolt!!" ucap pria berambut kuning itu, Naruto.

"Ah.."

"Ini tak adil, ayah menggunakan Shunshin no Jutsu!!" ucap Bolt, anak Naruto.
"Diam kau.." Naruto menggeplak kepala anaknya. "Ayah akan melaksanakan pertemuan yang penting, kau segera bereskan ini semua oke.."

"Kalau begitu, bantu aku membersihkannya.." pinta Bolt.

Di bawah, para warga melihat, di antaranya tampak Konohamaru.
"Aah, Bolt lagi ya? Kenapa dia melakukannya di hari yang penting begini?"

"Jangan marah begitu, ayahnya selalu sibuk, dia ingin mencari cara supaya ayahnya memperhatikan dia.." ucap lelaki yang ada di belakangnya, Iruka.

"Kau itu selalu baik padanya, Iruka-san.." ucap Konohamaru.
"Suatu hari dia pasti mengerti juga, kita harus bersabar. Kau itu seorang Jounin kan, Konohamaru.."



Naruto menarik anaknya yang tergantung dengan tali itu ke puncak patung, lalu memberinya penjelasan di atas sana. "Bolt, sekarang ayah menganggap semua orang di desa ini sebagai keluarga. Terkadang, ayah tak bisa hanya menjadi ayahmu saja.."

Naruto mengelus kepala anaknya..

"Aku tahu ini sulit untukmu, tapi kau harus berusaha untuk bersabar. Kau itu seorang shinobi, kan?"



Selanjutnya, Konohamaru ikut melompat ke tempat itu. "Hei Bolt, aku melihat shuriken di tangan kirimu tadi!! Apa kau tak tahu pekerjaan ayahmu itu apa, hah!?"

"Kenapa kau datang kemari, Konohamaru-sensei!?"
"Apa maksudmu!?" bentak Konomaharu.

Dalam hati Naruto teringat masa lalu, "Konohamaru.. kau melakukan hal yang sama dengan yang Hokage ketiga lakukan di masa lalu.. yah.."



Bahkan saat melakukan kejahilan itu, gadis berkacamata yang sebelumnya juga masih diam-diam mengawasi Bolt. Setelah kejadian itu, barulah dia pulang. "Aku pulang.."

"Oh, halo salada.." sapa ibu dari gadis berkacamata itu, Sakura. Yah, anak itu ternyata bernama Salada, putri dari Sakura dan Sasuke.

"Ibu.. laki-laki itu benar-benar bodoh.." ucap Salada.
"Apa? Bolt lagi??"

"Tapi.. ibu tahu.. sebenarnya.. dia sedikit mirip denganku.." ucap Salada.

Sementara di sisi ayahnya, Sasuke, ia merasakan sesuatu. Sasuke bersiap dengan pedangnya, tapi ternyata tak ada apa-apa. "Cuma perasaanku saja?" pikirnya dan lanjut berjalan.

Kembali lagi ke sisi Naruto, akhirnya ia sampai ke pertemuan itu. "Maaf telat.." ucapnya ke para kage yang sudah tiba terlebih dahulu.

"Aku sudah datang jauh-jauh kemari, tapi kau yang tinggal di desa ini malah telat.." ucap Tsuchikage yang baru, Kurotsuchi.

"Yah, dasar.." ucap Mizukage yang baru, Choujuurou.

"Jangan menganggapnya serius begitu, kita tahu kan kalau jadi kage itu sibuk, maafkanlah dia.." ucap Raikage yang baru, Darui.

"Sudah cukup pembicaraan personalnya.." ucap Gaara, Kazekage. "Ayo mulai pertemuannya.. Hokage.."

Iapun membuka topi hokagenya, Naruto, sang Hokage ketujuh.

"Baiklah, aku akan memulai pertemuan lima kage ini!!"
Title: Manga Naruto Shippuden Chapter 700 Teks Bahasa Indonesia
Rating: 10 out of 10 based on 24 ratings. 5 user reviews.
Writed by Admin